JENIS MATERIAL ATAP

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN JENIS MATERIAL ATAP

Jenis Material Atap
Jenis Genteng Beton Yang Dipergunakan Cluster ZG6 Citayam
Apa sajakah jenis material atap? manakah yang tepat untuk digunakan pada rumah anda?
Lalu, manakah jenis material atap yang mempunyai nilai lebih dan ekonomis.
Simak baik-baik ulasan mengenai : Mengenal Lebih Jauh Tentang Ragam Jenis Material Penutup Atap Rumah Dijual Citayam.

1. GENTENG

Genteng adalah jenis material penutup atap yang paling umum digunakan di Indonesia pada umumnya. Saat ini terdapat beragam jenis material atap bahan genteng, mulai dari jenis Keramik, Beton, dan Metal yang digunakan pada rumah dijual Citayam.
Mari kita bahas satu persatu macam-macam jenis material atap genteng.

A. GENTENG KERAMIK
Jenis Material Atap
Jenis Genteng Keramik
Genteng Keramik terbuat dengan bahan dasar tanah liat sebagai bahan baku utama, sedikit kemiripan dengan Genteng Tradisional. Proses pembuatannya dimulai dari penyortiran material tanah liat, lalu di cetak dan di press dengan peralatan cetak modern di pabrik besar, sehingga memiliki kekuatan, presisi, dan kerapihan yang tinggi.

Proses terakhir yaitu pembakaran. Dengan menggunakan suhu hingga 1200˚C, yang menjadikan tanah liat tersebut sangat keras layaknya keramik. Karena diproses dengan peralatan modern yang tidak dimiliki produsen genteng tradisional, genteng keramik bisa memiliki beragam pilihan warna dan finishing coating glazur yang halus.

Kelebihan : Punya banyak pilihan warna, daya tahan kuat dan tidak perlu perawatan khusus. Meskipun berbahan baku tanah liat, dengan dilapisi coating glazur pada permukaannya, genteng keramik dapat terlindung dari resiko ditumbuhi lumut. Hal itu menjadikannya sangat cocok untuk hunian modern di perkotaan.

Kekurangan : Tidak cocok untuk rumah desain minimalis, karena biasanya desain rumah minimalis lebih mengutamakan genteng beton atau genteng taso. Lalu, rangka atap untuk genteng keramik mahal, pemasangannya harus teliti, dan nilai minus lainnya, bobotnya berat.

B. GENTENG BETON
Jenis Material Atap
Contoh Aplikasi Genteng Beton Pada Baja Ringan
Untuk desain rumah minimalis contohnya pada rumah dijual Citayam ZG6, penggunaan jenis material atap Genteng Beton adalah pilihan utama. Jenis material atap genteng beton bila dilihat dari bentuk dan ukurannya, genteng beton hampir mirip dengan genteng tanah keramik, yang membedakannya ialah bahan dasarnya yaitu campuran pasir, semen, dan fly ash.

Semua bahan tersebut dicampur dengan air kemudian dicetak, lalu dikeringkan dan di finishing menggunakan cat, penggunaan flyash disini berfungsi sebagai filter untuk mengisi celah-celah diantara butiran pasir, untuk menjadikan genteng lebih padat, kuat dan halus pada jenis material atap ini.

Genteng beton memiliki 2 (dua) model atau bentuk, model atau bentuk genteng beton bergelombang dan genteng beton flat. Keduanya tersebut memiliki daya tutup yang hampir sama sekitar 11 buah genteng/m² dengan sudut kemiringan minimum 20°, dan harganya pun bervariasi bergantung pada merk.

Kelebihan : Genteng beton lebih kuat, lebih ekonomis, tidak mudah berubah bentuk dan dapat memantulkan panas, sehingga rumah akan tetap sejuk.

Kekurangan : Bobotnya yang berat sehingga membebani struktur pondasi.

C. GENTENG METAL
Jenis Material Atap
Contoh Genteng Metal Dengan Variasi Warna
Genteng Metal dihasilkan dari lembaran metal yang ditekan sehingga berbentuk lembaran lebar dan berpola seperti genteng, namun terdapat juga genteng metal dalam bentuk kepingan. Untuk pemasangannya, genteng metal lembaran akan ditanam pada balok gording rangka atap dengan sekrup. Sementara pemasangan genteng metal bentuk kepingan hampir sama dengan genteng keramik, hanya saja pada genteng metal terdapat pengkait antara satu keping genteng dengan keping lainnya.

Mengatasi masalah klasik pada genteng metal. Untuk meredam kebisingan air hujan, mengurangi daya hantar panas, serta menghilangkan kilap pada permukaan metal, maka pada permukaan bagian atasnya dilapisi dengan butiran pasir dan aspal yang direkatkan.

Kelebihan : Bobot yang cukup ringan dibandingkan jenis genteng keramik dan beton sehingga menghemat biaya rangka atap; ukuran yang besar mempercepat proses pemasangannya, sudut pemasangan yang dapat lebih landai daripada genteng beton dan keramik yaitu di angka minimum 5°, dan keamanan kepingan untuk lepas dari struktur rangka.

Kekurangan : Kemampuannya yang rendah untuk menginsulasi bising saat hujan. Namun seiring dengan perkembangan zaman, telah ditemukan teknologi yang membuat genteng ini mampu meredam bising dengan baik sehingga genteng jenis ini layak menjadi pilihan.

2. ASBES/FIBRE CEMENT
Jenis Material Atap
Contoh Asbes
Selain genteng sebagai material penutup atap, kita juga mengenal Asbes. Asbes merupakan material penutup atap yang terbuat dari asbes/asbestos, yaitu suatu biji mineral alami yang diolah sedemikian rupa dan menjadi suatu bahan bangunan yang siap untuk digunakan. Susunan berbagai serat asbes yang sangat halus dan kasat mata dengan berat yang sangat ringan.

Kelebihan : Asbes memiliki karakteristik hampir sama dengan seng yang murah, ringan dan cukup tahan lama. Namun, yang membedakannya dengan material seng, asbes ini tidak menyerap panas sehingga membuat rumah lebih sejuk. Selain itu, ia memiliki cara pemasangan yang lebih mudah dan tidak membutuhkan banyak reng dibandingkan genteng.

Kekurangan : Asbes adalah penampilannya yang tidak menarik, mudah retak bila terinjak dan dapat membahayakan kesehatan karena mengandung serat asbestos (memicu timbulnya kanker paru mesothelioma dalam jangka panjang). Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi, telah ada produk menyerupai asbes yang bebas serat asbestos.

3. ATAP SIRAP
Jenis Material Atap
Rumah Dengan Atap Sirap
Atap Sirap merupakan material penutup atap yang terbuat dari papan kayu dalam bentuk lembaran. Jenis kayu yang digunakan sebagai atap sirap yaitu jenis kayu ulin kalimantan atau yang lebih dikenal dengan sebutan kayu besi atau kayu bulian. Jenis kayu ini memiliki ketahanan yang baik terhadap suhu dan kelembaban, selain itu kayu ini dikenal tahan terhadap serangan hama rayap.

Saat ini jenis kayu ulin merupakan jenis kayu yang dilindungi dan dibatasi peredarannya oleh pemerintah. Hal ini menjadikannya semakin sulit untuk ditemukan dipasaran. Namun, sebagai alternatif penggantinya terdapat jenis atap sirap yang berasal dari kayu merbau, kayu benuas dan lainnya.

Kelebihan : Daya penyerapan panas yang cukup baik sehingga ruangan menjadi lebih sejuk, selain itu masa umur kayu yang tahan lama dapat mencapai puluhan tahun.

Kekurangan : Membutuhkan perawatan yang ekstra, sulit untuk melakukan pemasangan, penggantian dan perbaikan, rentan terhadap bahaya kebakaran bila tidak dilapisi dengan lapisan anti panas, dan harga yang mahal.

ZG Property sebagai developer/pengembang perumahan terpercaya di Citayam, pada saat ini menggunakan jenis genteng beton untuk diaplikasikan pada produk-produk cluster unggulan. Penggunaan jenis material atap genteng beton memberi nilai lebih untuk desain bangunan eropa minimalis. Jangan khawatir akan berat yang membebankan struktur pondasi, sebab dengan pondasi yang kuat menggunakan batu kali dan cakar ayam akan mengatasi masalah beban jenis materil atap yang ada.

DAFTAR VIA PROMO
DAFTAR VIA PROMO

0 komentar