Tips Hunian Lantai Dua Minimalis

TIPS HUNIAN BERLANTAI DUA RUMAH MINIMALIS

Tips Hunian Lantai Dua Minimalis
Contoh Rumah Minimalis Dua Lantai 1
Bisa memiliki sebuah rumah tinggal yang indah dan juga nyaman, tentu saja adalah impian bagi setiap keluarga. Salah satu pemilihan yang saat ini tengah digandrungi adalah rumah tingkat minimalis yang memiliki banyak sekali ruangan di dalamnya. Hal ini pasti saja bisa dimanfaatkan untuk ruangan pendukung yang lain. Model dari hunian tinggal dengan 2 lantai ini memang bisa menyuguhkan kesan tersendiri bagi pemilik rumahnya. Selain untuk ruangan hunian yang lebih lapang, rumah tingkat ini pun juga merupakan pilihan buat masyarakat yang hidup didaerah perkotaan yang mana lahan untuk bisa membangun sebuah rumah tinggal cukup terbatas. Berbeda halnya dengan sekarang yang lebih mengutamakan fungsi dan juga efektifitas dari pemanfaatan lahan yang terbatas tersebut.

Hampir sebagian besar hunian di kota-kota besar bertipe dua lantai, khususnya di pusat-pusat kota. Hal ini berkaitan erat dengan jumlah persediaan lahan di kota yang semakin  menipis yang berdampak semakin kecilnya jatah kapling yang disediakan developer untuk  satu unit hunian. Akibatnya pengembangan ruang harus didesain secara vertikal. Tangga merupakan hal wajib yang harus “ada” dalam desain hunian bertingkat, akibatnya desain tangga juga harus menjadi bagian dari gaya bangunan.
Tips Hunian Lantai Dua Minimalis
Contoh Rumah Minimalis Dua Lantai 2
Persoalan dasar yang sering kali muncul pada setiap kali mendesain denah rumah, mengatur tata letak ruangan yaitu : menentukan ukuran “space” untuk tangga. Hal ini cukup menyita waktu dalam mendesain denah rumah, karena ukuran ruang tangga juga sangat menentukan nilai estetika ruangan. Untuk menentukan “ruang tangga” dibutuhkan beberapa “patokan” supaya estetika dan spesifikasi ideal sebuah tangga dapat tercapai. Aturan ideal tinggi pijakan tangga tidak lebih dari 18cm, lebar pijakan minimal 27cm atau lebar tangga min 80 cm.

Selain bermanfaat secara fungsional sebagai alat transportasi vertikal dalam suatu bangunan dua lantai. Tangga juga bermanfaat sebagai elemen dekoratif yang mempunyai nilai estetika tinggi. Berikut beberapa hal yang harus anda ketahui untuk merencanakan sebuah tangga yang berfungsi secara fungsional maupun estetika.

Anak tangga berfungsi utama sebagai pijakan kaki. Anak tangga haruslah menggunakan material yang tidak licin, terutama pada bagian tepi atau sisinya yang disebut nosing. Bila menggunakan keramik, pilihlah keramik unpolish atau keramik yang bertekstur atau mempunyai alur.
Tips Hunian Lantai Dua Minimalis
Contoh Rumah Minimalis Dua Lantai 3
Fungsi dari induk tangga. Induk tangga adalah penyangga/penyokong kekuatan utama pada konstruksi sebuah tangga. Induk tangga bisa menyatu dengan anak tangga (tangga beton) atau terletak di tengah atau di tepi anak tangga (tangga besi dan kayu). Pada beberapa konstruksi tangga yang anak tangganya seakan terlihat melayang, sebetulnya induk tangga tetep ada, yaitu berupa balok beton yang disembunyikan di dalam dinding.

Pagar yang terletak di tepi tangga biasa di sebut Railing / pegangan / balustrade. Fungsinya sangat jelas, yaitu untuk keamanan tangga. Tinggi railing antara 80-100cm. Terbuat dari bahan yang cukup kuat untuk menahan beban berat tubuh manusia. Bila bentuk balustrade terdiri dari kisi-kisi, maka jarak maksimal antar satu kisi dengan kisi lainnya adalah 15cm. Pada bagian atas yang menjadi pegangan tangan, haruslah memenuhi standar ergonomis yang aman dan nyaman untuk digenggam.

Area bordes biasanya terletak pada belokan tangga. Area bordes berfungsi sebagai tempat untuk beristirahat ketika menaiki tangga. Area bordes harus disiapkan paling tidak pada setiap 12 pijakan anak tangga (atau setiap tinggi 1,5-2m). Lebar bordes harus cukup untuk 3-4 langkah mendatar sebelum mendaki tangga. (minimal 90 cm)
Tips Hunian Lantai Dua Minimalis
Area Pengantar
Ruang pengantar dan penerima.
Ruang ini adalah bagian area imajiner yang terletak tepat sebelum dan setelah tangga. Meskipun tidak tampak secara fisik ruang ini tidak terlihat, tetapi berperan penting untuk menunjang fungsi tangga dan keselamatan pemakai. Untuk itu idealnya terdapat clearance sebesar minimal 90cm di awal dan di akhir tangga.

Berikutnya,  dalam merencanakan desain ruang tangga anda juga harus memahami konsep ruangan  rumah anda. Hal ini berkaitan dengan bentuk desain tangga yang akan menjadi penghubung antar ruang. Berdasarkan geometrinya bentuk tangga dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Tangga lurus adalah tangga yang tidak mempunyai belokan. Demi kenyamanan, harus diingat bahwa untuk tangga lurus yang cukup panjang, tetap harus disediakan bordes.
Tips Hunian Lantai Dua Minimalis
Contoh Tangga Bentuk L
Tangga berbentuk ‘L’. Biasanya terletak di pojok ruangan, menempel pada dinding. Tangga bentuk ini memiliki satu bordes yang terletak di belokan tangga.

Tangga berbentuk ‘U tertutup’. Apa yang dimaksud tangga bentuk ini adalah tangga yang mempunyai 1 bordes berukuran besar dan mempunyai 2 tanjakan pada arah berlawanan. Ini adalah salah satu bentuk desain tangga yang paling sering kita jumpai. Keuntungan dengan bentuk tangga jenis ini adalah bagian bawah tangga bisa dimanfaatkan sebagai gudang atau laci lemari penyimpanan.

Tangga berbentuk ‘U terbuka’. Yaitu seperti tangga berbentuk L, tetapi mempunyai 2 bordes dan 2 belokan, serta 3 tanjakan. Biasanya terletak pada ruangan yang berukuran sedang.
Tips Hunian Lantai Dua Minimalis
Contoh Tangga Bentuk Spiral
Tangga spiral biasanya dipergunakan untuk dua macam fungsi. Yang pertama adalah tangga servis. Pada fungsi ini tangga spiral dipilih karena space yang lebih efisien. Fungsi yang kedua adalah sebagai elemen dekorasi yang dipilih karena keindahannya. Pada fungsi dekorasi ini, tangga spiral justru diletakkan di tengah-tengah atrium yang justru memakan lebih banyak tempat. Salah satu elemahan tangga jenis spiral ini adalah bagian bawah tangga sulit untuk dimanfaatkan.

Lalu terakhir, anda harus memahami desain interior ruang dalam rumah anda. Material apa yang paling banyak digunakan, konsep warna apa yang digunakan hingga perabotan apa yang menjadi bagian pelengkap ruang. Hal ini berkaitan dengan penggunaan material dasar tangga. Namun yang paling utama adalah memahami struktur bangunan rumah anda.
Tips Hunian Lantai Dua Minimalis
Bentuk Alternative Tangga
Tangga beton. Jenis tangga beton adalah jenis bahan konstruksi tangga yang paling sering dipakai. Salah satu kelebihan tangga beton adalah kuat dan mudah dibentuk apa saja. Kelemahan tangga beton adalah kerepotan ketika masih dalam proses perakitan bekisting dan pengecoran, serta waktu pengerjaan yang cukup lama, karena harus menunggu beton kering betul. Untuk jenis konstruksi tangga yang dibuat bersamaan dengan konstruksi bangunan, bahan material beton lebih disarankan. Pemilihan semen yang baik sebagai bahan utama penyusun beton sangat penting untuk memperoleh hasil tangga beton yang baik, rapi dan kuat.

Dipilihnya tangga kayu biasanya untuk memunculkan kesan eksotis atau etnik. Kelemahan tangga kayu adalah bentuknya kurang fleksibel. Saat ini juga sangat sulit untuk menemukan jenis material kayu dengan kualitas yang baik dengan harga yang terjangkau. Selain aspek estetika, waktu pengerjaan yang cepat juga merupakan pilihan digunakannya material kayu.
Tips Hunian Lantai Dua Minimalis
Sisi Tangga/Pegangan Tangga
Tangga Besi atau Baja. Dari dua jenis material ini, masing-masing mempunyai kelebihan. Material baja dipilih yang dipilih agar memunculkan kesan mewah, ringan, minimalis, dan moderen. Tangga besi juga mempunyai keunggulan dalam kekuatan dan kecepatan pengerjaan. Tangga kayu dan baja disarankan untuk konstruksi tangga yang akan dibuat menyusul kemudian pada waktu saat merenovasi bangunan, karena pengerjaan dengan material tersebut lebih bersih dan cepat.

Ketiga jenis bahan konstruksi utama tangga tersebut dapat digabungkan dengan material yang lain sebagai pegangan tangga. Material pegangan tangga bisa berupa dinding bata, beton, kaca, kayu, besi galvanized, besi tempa, atau aluminium.

DAFTAR VIA PROMO
DAFTAR VIA PROMO

0 komentar